ditulis : 12 Nopember 2015
diedit : 12 Nopember 2015
===
IBLIS DAN SYAITAN MENURUT
AL-QURAN DAN HADITS
Iblis adalah nama nenek moyang dari bangsa jin. Sebagaimana Adam adalah
seorang nenek moyang dari manusia. Allah menciptakan iblis dari nyala api.
Dalam
bahasa Arab nama iblis memiliki artinya menyesal yaitu yang akan terus menyesal
di dunia dan di akhirat. Iblis dahulunya merupakan pemimpin dari para malaikat
yang tinggal didunia. Beribadah kepada Allah SWT, berwajah tampan dan
berpenampilan baik. Namun setelah Allah SWT menciptakan Adam sebagai khalifah,
iblis mengingkarinya. sejak saat itu iblis menjadi musuh utama yang sebenar-benarnya
bagi anak cucu Adam (semua umat manusia). Wajahnya menjadi buruk rupa dan
menjadi mahluk yang pertama kali berbohong di alam semesta ini.
Sejak
penciptaan manusia yaitu Adam, iblis diperintahkan Allah untuk bersujud kepadanya, namun iblis
tidak mau sujud kepadanya. Oleh karena itu, iblis di keluarkan oleh Tuhan dari
Surga dan menjadi mahluk yang terkutuk.
Ia
meminta kepada Tuhan untuk menangguhkan kematiannya hingga hari kiamat. Iblis
dendam kepada manusia keturunan Adam karena kehadiran Adam, karena obsesinya jadi makhluk nomor satu. Iblis juga disebut setan
dan seluruh jin dan manusia yang menjadi pengikutnya juga disebut setan.
Dalam
sebuah kitab karangan Imam al-Ghazali disebutkan bahwa iblis sebelum dilaknat
oleh Allah, bernama asli Azazil dan sesungguhnya ia memiliki banyak
nama/julukan, yaitu: Langit pertama al-Abid (ahli ibadah, selalu mengabdi luar biasa kepada
Allah)Langit kedua ar-Raki (ahli ruku)Langit ketiga as-Saajid (ahli sujud)Langit
keempat al-Khaasyi (selalu merendah dan takluk kepada Allah)Langit kelima
al-Qaanit (selalu ta'at)Langit keenam al-Mujtahid (bersungguh-sungguh dalam
beribadah)Langit ketujuh az-Zahid (sederhana dalam menggunakan sarana hidup)
Tempat
Tinggal iblisiblis dan anak cucunya tinggal di kamar mandi, WC, tempat yang
bernajis dan kotor serta tempat maksiat. Berdasarkan Anas bin Malik r.a.,
iblis
telah bertanya pada Allah, katanya : "Wahai Tuhanku! Engkau telah
memberikan anak Adam tempat kediaman untuk mereka berteduh dan berzikir
kepada-Mu, oleh itu tunjukkanlah padaku tempat kediaman untukku."
Firman
Allah: "Tempat kediamanmu adalah di dalam tandas."
iblis
di NerakaDalam sebuah hadits diterangkan bahwa ketika para penghuni Neraka
sudah sampai di neraka, di situ disediakan sebuah mimbar, pakaian, mahkota dan
tali untuk mengikat iblis, yang kesemuanya itu terbuat dari api.
Kemudian
ada suara yang memerintahkan iblis untuk naik kemimbar: “Wahai iblis, naiklah
kamu ke atas mimbar dan berbicaralah kamu kepada penghuni neraka.”
Maka
dia pun naik ke mimbar dan berkata: “Wahai para penghuni neraka.”
Semua
orang yang berada dalam neraka mendengar ucapannya dan memandang ke arah
pemimpin mereka itu.
“Wahai
orang-orang yang kafir dan orang-orang munafiq, sesungguhnya Allah SWT telah
menjanjikan kepadamu dengan janji yang benar bahwa kamu semua mati lalu akan
dihimpun dan dihisab menjadi dua kumpulan. Satu kumpulan ke Surga dan satu
kumpulan ke Neraka Sa’ir.”
iblis
berkata lagi: “Kalian semua menyangka bahwa kalian semua tidak akan
meninggalkan dunia bahkan kamu semua menyangka akan tetap berada di dunia.
Tidaklah ada bagiku kekuasaan di atasmu melainkan aku hanya mengganggu kalian
semua.”
“Akhirnya
kalian semua mengikuti aku, maka dosa itu untuk kamu. Oleh itu janganlah kamu
mengumpat aku, mencaci aku, sebaliknya umpatlah dari kamu sendiri, karena
sesungguhnya kamu sendirilah yang lebih berhak mengumpat daripada aku yang
mengumpat...”
“Mengapakah
kamu tidak mau menyembah Allah SWT? Sedangkan Dia yang menciptakan segala sesuatunya...”
“Hari
ini aku tidak dapat menyelamatkan kamu semua dari siksa Allah, dan kamu juga
tidak akan dapat menyelamatkan aku. Sesungguhnya pada hari aku telah terlepas
dari apa yang telah aku katakan kepada kamu, sesungguhnya aku diusir dan
ditolak dari keharibaan Tuhan.”
Setelah
ahli neraka mendengar kata-kata iblis itu, lalu mereka melaknati iblis. Setelah
itu iblis dipukul oleh Malaikat Zabaniah dengan tombak yang terbuat dari api
dan jatuhlah dia ke dasar Neraka yang paling bawah, dia kekal selama-lamanya
bersama-sama dengan orang-orang yang menjadi pengikutnya.
Malaikat
Zabaniah lalu berkata kepada iblis dan pengikutnya: “Tidak ada kematian bagi
kamu semua dan tidak ada pula bagimu kesenangan, kamu kekal di Neraka untuk
selama-lamanya.”
Dari
Muadz bin Jabal dari Ibn Abbas:
Ketika
kami sedang bersama Rasulullah SAW di kediaman seorang sahabat Anshar,
tiba-tiba terdengar panggilan seseorang dari luar rumah: "Wahai penghuni
rumah, bolehkah aku masuk? Sebab kalian akan membutuhkanku." Rasulullah bersabda:
"Tahukah kalian siapa yang memanggil?" Kami menjawab: "Allah dan
rasulNya yang lebih tahu". Beliau melanjutkan, "Itu iblis, laknat
Allah bersamanya".
Umar
bin Khattab berkata: "izinkan aku membunuhnya wahai Rasulullah". Nabi
menahannya: "Sabar wahai Umar, bukankah kamu tahu bahwa Allah memberinya
kesempatan hingga hari kiamat? Lebih baik bukakan pintu untuknya, sebab dia
telah diperintahkan untuk ini, pahamilah apa yang hendak ia katakan dan
dengarkan dengan baik."
Ibnu
Abbas RA berkata: pintu lalu dibuka, ternyata dia seperti seorang kakek yang
cacat satu matanya. Di janggutnya terdapat 7 helai rambut seperti rambut kuda,
taringnya terlihat seperti taring babi, bibirnya seperti bibir sapi. iblis
berkata: "Salam untukmu Muhammad. Salam untukmu para
hadirin",Rasulullah SAW lalu menjawab: "Salam hanya milik Allah SWT.
Sebagai mahluk terlaknat, apa keperluanmu?" iblis menjawab: "Wahai
Muhammad, aku datang ke sini bukan atas kemauanku, namun karena terpaksa".
"Siapa yang memaksamu? " "Seorang malaikat utusan Allah
mendatangiku dan berkata: Allah SWT memerintahkanmu untuk mendatangi Muhammad
sambil menundukkan diri. Beritahu Muhammad tentang caramu dalam menggoda
manusia. Jawabalah dengan jujur semua pertanyaannya. Demi kebesaran Allah,
andai kau berdusta satu kali saja, maka Allah akan jadikan dirimu debu yang
ditiup angin".
"Oleh
karena itu aku sekarang mendatangimu. Tanyalah apa yang hendak kau tanyakan.
jika aku berdusta, aku akan dicaci oleh setiap musuhku. Tidak ada sesuatu pun
yang paling besar menimpaku daripada cacian musuh".
10
Permintaan iblis kepada Allah SWT
"Berapa
yang kau pinta dari Tuhanmu?""10 macam""Apa
saja?""Aku minta agar Allah membiarkanku berbagi dalam harta dan anak
manusia, Allah mengizinkan. Allah berfirman, "Berbagilah dengan manusia
dalam harta dan anak. Dan janjikanlah mereka, tidaklah janji setan kecuali
tipuan." (QS Al-Isra :64)Harta yang tidak dizakatkan, aku makan darinya.
Aku juga makan dari makanan haram dan yang bercampur dengan riba. Aku juga
makan dari makanan yang tidak dibacakan nama Allah.
Aku
minta agar Allah membiarkanku ikut bersama dengan orang yang berhubungan dengan
istrinya tanpa berlindung dengan Allah. Maka setan ikut bersamanya dan anak
yang dilahirkan akan sangat patuh kepada syaithan.
Aku
minta agar bisa ikut bersama dengan orang yang menaiki kendaraan bukan untuk
tujuan yang halal. Aku minta agar Allah menjadikan kamar mandi sebagai
rumahku.Aku minta agar Allah menjadikan pasar sebagai masjidku. Aku minta agar
Allah menjadikan syair sebagai Quranku. Aku minta agar Allah menjadikan pemabuk
sebagai teman tidurku. Aku minta agar Allah memberikanku saudara, maka Ia
jadikan orang yang membelanjakan hartanya untuk maksiat sebagai saudaraku.
Allah
berfirman, "Orang - orang boros adalah saudara - saudara syaithan. "
(QS Al-Isra : 27)
Wahai
Muhammad, aku minta agar Allah membuatku bisa melihat manusia sementara mereka
tidak bisa melihatku. Dan aku minta agar Allah memberiku kemampuan untuk
mengalir dalam aliran darah manusia. Allah menjawab, "silahkan", aku
bangga dengan hal itu hingga hari kiamat. Sebagian besar manusia bersamaku di
hari kiamat.iblis berkata: "Wahai Muhammad, aku tak bisa menyesatkan orang
sedikitpun, aku hanya bisa membisikan dan menggoda."
Jika
aku bisa menyesatkan, tak akan tersisa seorangpun. Sebagaimana dirimu, kamu
tidak bisa memberi hidayah sedikitpun, engkau hanya rasul yang menyampaikan
amanah. Jika kau bisa memberi hidayah, tak akan ada seorang kafir pun di muka
bumi ini. Kau hanya bisa menjadi penyebab untuk orang yang telah ditentukan sengsara.Orang
yang bahagia adalah orang yang telah ditulis bahagia sejak di perut ibunya. Dan
orang yang sengsara adalah orang yang telah ditulis sengsara semenjak dalam
kandungan ibunya.
Rasulullah
SAW lalu membaca ayat: "mereka akan terus berselisih kecuali orang yang
dirahmati oleh Allah SWT" (QS Hud :118 - 119). Juga membaca, "
Sesungguhnya ketentuan Allah pasti berlaku" (QS Al-Ahzab: 38)
iblis
lalu berkata: " Wahai Rasul Allah takdir telah ditentukan dan pena takdir
telah kering. Maha Suci Allah yang menjadikanmu pemimpin para nabi dan rasul,
pemimpin penduduk surga, dan yang telah menjadikan aku pemimpin mahluk-mahluk
celaka dan pemimpin penduduk neraka. Aku si celaka yang terusir. Ini akhir yang
ingin aku sampaikan kepadamu.Dan aku tak berbohong."
Cara
iblis Menggoda ManusiaTahukah kau Muhammad, dusta berasal dari diriku?
Akulah
mahluk pertama yang berdusta.Pendusta adalah sahabatku. barangsiapa bersumpah
dengan berdusta, ia kekasihku.Tahukah kau Muhammad?Aku bersumpah kepada Adam
dan Hawa dengan nama Allah bahwa aku benar-benar menasihatinya. Sumpah dusta
adalah kegemaranku. Ghibah (gosip) dan Namimah (adu domba) kesenanganku.
Kesaksian palsu kegembiraanku. Orang yang bersumpah untuk menceraikan istrinya
ia berada di pinggir dosa walau hanya sekali dan walaupun ia benar. Sebab
barang siapa membiasakan dengan kata-kata cerai, isterinya menjadi haram
baginya. Kemudian ia akan beranak cucu hingga hari kiamat. Jadi semua anak-anak
zina dan ia masuk neraka hanya karena satu kalimat, Cerai.
Wahai
Muhammad, umatmu ada yang suka mengulur ulur salat. Setiap ia hendak berdiri
untuk salat, aku bisikan padanya waktu masih lama, kamu masih sibuk, lalu ia
manundanya hingga ia melaksanakan salat di luar waktu, maka shalat itu
dipukulkannya kemukanya.
Jika
ia berhasil mengalahkanku, aku biarkan ia salat. Namun aku bisikkan ke
telinganya 'lihat kiri dan kananmu', ia pun menoleh. Pada saat itu aku usap
dengan tanganku dan kucium keningnya serta aku katakan 'salatmu tidak sah'.
Bukankah kamu tahu Muhammad, orang yang banyak menoleh dalam salatnya akan
dipukul.
Jika
ia salat sendirian, aku suruh dia untuk bergegas. Ia pun salat seperti ayam
yang mematuk beras.
Jika
ia berhasil mengalahkanku dan ia salat berjamaah, aku ikat lehernya dengan
tali, hingga ia mengangkat kepalanya sebelum imam, atau meletakkannya sebelum
imam.Kamu tahu bahwa melakukan itu batal salatnya dan wajahnya akan diubah
menjadi wajah keledai.
Jika
ia berhasil mengalahkanku, aku tiup hidungnya hingga ia menguap dalam
salat.Jika ia tidak menutup mulutnya ketika menguap, syaithan akan masuk ke
dalam dirinya, dan membuatnya menjadi bertambah serakah dan gila dunia. Dan ia
pun semakin taat padaku.
Kebahagiaan
apa untukmu, sedangan aku memerintahkan orang miskin agar meninggalkan salat.
Aku katakan padanya, "kamu tidak wajib salat, salat hanya wajib untuk
orang yang berkecukupan dan sehat. Orang sakit dan miskin tidak. Jika
kehidupanmu telah berubah baru kau salat."Ia pun mati dalam kekafiran.
Jika ia mati sambil meninggalkan salat maka Allah akan menemuinya dalam kemurkaan.
Wahai
Muhammad, jika aku berdusta Allah akan menjadikanku debu.Wahai Muhammad, apakah
kau akan bergembira dengan umatmu padahal aku mengeluarkan seperenam mereka
dari Islam?"
iblis
Dibantu oleh 70.000 anak - anaknya
Tahukah
kamu Muhammad, bahwa aku mempunyai 70.000 anak. Dan setiap anak memiliki 70.000
syaithan. Sebagian ada yang aku tugaskan untuk mengganggu ulama. Sebagian untuk
menggangu anak-anak muda, sebagian untuk menganggu orang-orang tua, sebagian
untuk menggangu wanta-wanita tua, sebagian anak-anakku juga aku tugaskan kepada
para Zahid.
Aku
punya anak yang suka mengencingi telinga manusia sehingga ia tidur pada salat
berjamaah. Tanpanya, manusia tidak akan mengantuk pada waktu salat
berjamaah.Aku punya anak yang suka menaburkan sesuatu di mata orang yang sedang
mendengarkan ceramah ulama hingga mereka tertidur dan pahalanya terhapus.Aku
punya anak yang senang berada di lidah manusia. Jika seseorang melakukan
kebajikan lalu ia beberkan kepada manusia, maka 99% pahalanya akan
terhapus.Pada setiap seorang wanita yang berjalan, anakku dan syaithan duduk di
pinggul dan pahanya, lalu menghiasinya agar setiap orang memandanginya.
Syaithan
juga berkata, "keluarkan tanganmu", lalu ia mengeluarkan tangannya
lalu syaithan pun menghiasi kukunya. Mereka, anak-anakku selalu meyusup dan
berubah dari satu kondisi ke kondisi lainnya, dari satu pintu ke pintu yang
lainnya untuk menggoda manusia hingga mereka terhempas dari keikhlasan
mereka.Akhirnya mereka menyembah Allah tanpa ikhlas, namun mereka tidak merasa.Tahukah
kamu, Muhammad? bahwa ada rahib yang telah beribadat kepada Allah selama 70
tahun. Setiap orang sakit yang didoakan olehnya, sembuh seketika. Aku terus
menggodanya hingga ia berzina, membunuh dan kufur.
iblis
Tidak Berdaya di Hadapan Orang Ikhlas
Rasulullah
SAW lalu bersabda: "Segala puji bagi Allah yang telah membahagiakan umatku
dan menyengsarakanmu."iblis segera menimpali: " tidak, tidak. Tak
akan ada kebahagiaan selama aku hidup hingga hari akhir. Bagaimana kau bisa
berbahagia dengan umatmu, sementara aku bisa masuk ke dalam aliran darah mereka
dan mereka tak bisa melihatku.Demi yang menciptakan diriku dan memberikan ku
kesempatan hingga hari akhir, aku akan menyesatkan mereka semua. Baik yang
bodoh, atau yang pintar, yang bisa membaca dan tidak bisa membaca, yang durjana
dan yang saleh, kecuali hamba Allah yang ikhlas."
"Siapa
orang yang ikhlas menurutmu?""Tidakkah kau tahu wahai Muhammad, bahwa
barang siapa yang menyukai emas dan perak, ia bukan orang yang ikhlas. Jika kau
lihat seseorang yang tidak menyukai dinar dan dirham, tidak suka pujian dan
sanjungan, aku bisa pastikan bahwa ia orang yang ikhlas, maka aku
meninggalkannya. Selama seorang hamba masih menyukai harta dan sanjungan dan
hatinya selalu terikat dengan kesenangan dunia, ia sangat patuh padaku."
Manusia
yang Menjadi Teman iblis
Nabi
lalu bertanya: "Siapa temanmu wahai iblis?""Pemakan
riba""Siapa sahabatmu?""Pezina""Siapa teman
tidurmu?""Pemabuk""Siapa
tamumu?""Pencuri""Siapa utusanmu?""Tukang
sihir""Apa yang membuatmu gembira?""Bersumpah dengan
cerai""Siapa kekasihmu?""Orang yang meninggalkan salat
Jum'at""Siapa manusia yang paling membahagiakanmu?""Orang
yang meninggalkan salatnya dengan sengaja"
Amalan
yang Dapat Menyakiti iblis
"Apa
yang kau rasakan jika melihat seseorang dari umatku yang hendak
shalat?""Aku merasa panas dingin dan
gemetar.""Kenapa?""Sebab, setiap seorang hamba bersujud 1x
kepada Allah, Allah mengangkatnya 1 derajat.""Jika seorang umatku
berpuasa?""Tubuhku terasa terikat hingga ia berbuka.""Jika
ia berhaji?""Aku seperti orang gila.""Jika ia membaca
Alquran?""Aku merasa meleleh laksana timah di atas
api.""Jika ia bersedekah?""Itu sama saja orang tersebut
membelah tubuhku dengan gergaji.""Mengapa bisa begitu?""Sebab
dalam sedekah ada 4 keuntungan baginya. yaitu keberkahan dalam hartanya,
hidupnya disukai, sedekah itu kelak akan menjadi hijab antara dirinya dengan
api neraka dan segala macam musibah akan terhalau dari dirinya.""Apa
yang dapat mematahkan pinggangmu?""Suara kuda perang di jalan Allah.""Apa
yang dapat melelehkan tubuhmu?""Taubat orang yang
bertaubat.""Apa yang dapat membakar hatimu?""Istighfar di
waktu siang dan malam.""Apa yang dapat mencoreng
wajahmu?""Sedekah yang diam - diam.""Apa yang dapat menusuk
matamu?""Salat fajar""Apa yang dapat memukul kepalamu?""Saalat
berjamaah.""Apa yang paling mengganggumu?""Majelis para
ulama.""Bagaimana cara makanmu?""Dengan tangan kiri dan
jariku.""Dimanakah kau menaungi anak - anakmu di musim
panas?""Di bawah kuku manusia."
orang
yg dibenci iblis
Rasulullah
SAW lalu bertanya kepada iblis: "Kalau kau benar jujur, siapakah manusia
yang paling kau benci?" iblis segera menjawab: "Kamu, kamu dan orang
sepertimu adalah mahkluk Allah yang paling aku benci.""Siapa
selanjutnya?" tanya Rasulullah."Pemuda yang bertakwa yang memberikan
dirinya mengabdi kepada Allah SWT.""Lalu siapa lagi?""Orang
Alim dan wara' (Loyal)" "Lalu siapa lagi?" "Orang yang
selalu bersuci." "Siapa lagi?" "Seorang fakir yang sabar
dan tak pernah mengeluhkan kesulitannnya kepada orang lain." "Apa
tanda kesabarannya?"
"
Wahai Muhammad, jika ia tidak mengeluhkan kesulitannya kepada orang lain selama
3 hari, Allah akan memberi pahala orang-orang yang sabar".
"Selanjutnya apa?" "Orang kaya yang bersyukur" "Apa
tanda kesyukurannya?" "Ia mengambil kekayaannya dari tempatnya, dan
mengeluarkannya juga dari tempatnya." "Orang seperti apa Abu Bakar
menurutmu?" "Ia tidak pernah menurutiku di masa jahiliyah, apalagi
dalam Islam." "Umar bin Khattab?" "Demi Allah setiap
berjumpa dengannya aku pasti kabur." "Usman bin Affan?" "Aku
malu kepada orang yang malaikat pun malu kepadanya." "Ali bin Abi
Thalib?" " Aku berharap darinya agar kepalaku selamat, dan berharap
ia melepaskanku dan aku melepaskannya. Tetapi ia tak akan mau melakukan
itu." (Ali bin Abi Thalib selau berdzikir terhadap Allah SWT)
Syaitan
setan
atau Syaithan (شَيْطَانٌ) dalam bahasa Arab diambil dari kata (شَطَنَ) yang
berarti jauh. Ada pula yang mengatakan bahwa itu dari kata (شَاطَ) yang
berarti terbakar atau batal. Pendapat yang pertama lebih kuat menurut Ibnu Jarir
dan Ibnu Katsir, sehingga kata Syaithan atau setan artinya yang jauh dari
kebenaran atau dari rahmat Allah Subhanahu wa Ta’ala.
Bagi
sebagian kalangan, apabila mendengar kata setan, maka seketika pikirannya
biasanya akan langsung membayangkan sesosok makhluk yang seram, hitam,
bertanduk dikepalanya, kedua matanya merah, gigi tajam tak ubahnya drakula, dan
memiliki ekor dengan ujungnya seperti anak panah.
Akan
tetapi apakah memang demikian keadaan setan sebenarnya ? Jika kita membuka
lembaran-lembaran kitab suci dan juga hadis-hadis yang meriwayatkan perihal
setan itu sendiri, ternyata kita TIDAK akan menemukan penggambaran sosok setan
seperti yang kita bayangkan itu. Tidak ada keterangan apapun dari Allah didalam
al-Qur’an maupun juga dari Rasul didalam Hadisnya mengenai perwujudan asli dari
makhluk yang bernama setan ini.
Satu
hal lain yang sangat lumrah terjadi dimasyarakat, bila kita menyebut setan maka
biasanya kitapun akan sering mengindentikkannya dengan iblis, yaitu suatu
makhluk yang diceritakan oleh al-Qu’ran sebagai pembangkang perintah Tuhan saat
disuruh bersujud kepada manusia yang oleh Tuhan berfungsi sebagai Khalifah
dibumi (Lihat Qs. 2 al-Baqarah : 34, Qs. 7 al-A’raaf : 11, Qs. 15 al-Hijr : 31,
Qs. 17 al-Israa’ : 61, Qs. 18 al-Kahfi : 50, Qs. 20 Thaaha : 116 dan Qs. 38
Shaad : 74).
Menurut
Encyclopedia Britannica, kata setan sebenarnya berasal dari bahasa Ibrani yang
berarti “musuh” dan biasanya ditujukan kepada jenis Jin yang ingkar dan
melakukan bisikan jahat terhadap manusia sebagai tindakan godaan dan kesuksesan
mereka adalah bergantung dari kecerdikannya.
Pernyataan tersebut tidak bertentangan dengan pernyataan al-Qur’an
maupun hadis Nabi berikut : Kami jadikan para Nabi itu musuh-musuh setan, yaitu
dari jenis manusia dan Jin – Qs. 6 al-an’am : 112 Sungguh, aku melihat setan-setan Jin dan
manusia lari dari Umar- Hadis Riwayat Tirmidzi Dari ayat dan hadis tersebut,
digambarkan oleh al-Qur’an bahwa setan itu terbagi atas dua jenis, yaitu setan
dalam wujud manusia dan setan dalam wujud Jin. Dan dari sini juga ada indikasi
bahwa yang namanya setan itu tidak selamanya identik dengan iblis.
Allah
menjadikan setan dari jenis manusia, seperti halnya setan dari jenis jin. Dan
hanyalah setiap yang durhaka disebut setan, karena akhlak dan perbuatannya
menyelisihi akhlak dan perbuatan makhluk yang sejenisnya, dan karena jauhnya
dari kebaikan. (Tafsir Ibnu Jarir, 1/49)
Ibnu
Katsir menyatakan bahwa syaithan adalah semua yang keluar dari tabiat jenisnya
dengan kejelekan (Tafsir Ibnu Katsir, 2/127). Lihat juga Al-Qamus Al-Muhith
(hal. 1071).
Sementara
Ibnu Jarir menyatakan, syaithan dalam bahasa Arab adalah setiap yang durhaka
dari jin, manusia atau hewan, atau dari segala sesuatu.
Al-Imam
Ahmad meriwayatkan dari Abu Dzar radhiallahu ‘anhu, ia berkata: Aku datang
kepada Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam dan beliau berada di masjid. Akupun
duduk. Dan beliau menyatakan: “Wahai Abu Dzar apakah kamu sudah shalat?” Aku
jawab: “Belum.” Beliau mengatakan: “Bangkit dan shalatlah.” Akupun bangkit dan
shalat, lalu aku duduk. Beliau berkata: “Wahai Abu Dzar, berlindunglah kepada
Allah dari kejahatan setan manusia dan jin.” Abu Dzar berkata: “Wahai
Rasulullah, apakah di kalangan manusia ada setan?” Beliau menjawab: “Ya.”
Ibnu
Katsir menyatakan setelah menyebutkan beberapa sanad hadits ini: “Inilah
jalan-jalan hadits ini. Dan semua jalan-jalan hadits tersebut menunjukkan
kuatnya hadits itu dan keshahihannya.” (Tafsir Ibnu Katsir, 2/172)
Yang
mendukung pendapat ini juga hadits Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam
riwayat Muslim:الْكَلْبُ اْلأَسْوَدُ شَيْطَانٌ
“Anjing
hitam adalah setan.”Ibnu Katsir menyatakan: “Maknanya –wallahu a’lam– yaitu
setan dari jenis anjing.” (Tafsir Ibnu Katsir, 2/173)Ini adalah pendapat
Qatadah, Mujahid dan yang dikuatkan oleh Ibnu Jarir, Ibnu Katsir, Asy-Syaukani
dan Asy-Syinqithi.
(Teks
yang miring diatas dikutip dari :
http://www.asysyariah.com/syariah.php?menu=detil&id_online=349)
Jadi
sekali lagi : iblis tidak selamanya = setan
Maka
sujudlah mereka kecuali iblis, adalah dia dari golongan jin- Qs. 18 al-Kahfi :
50
Jadi,
iblis itu sendiri dinyatakan Allah berasal dari golongan Jin, tidak ada iblis
dari golongan manusia, sehingga mengidentikkan antara iblis dan setan tidaklah
selamanya benar.
Lalu,
setan dari jenis manusia itu apa dan bagaimana ?
Sabda
Nabi :Apabila tiba bulan Ramadhan, dibukalah pintu langit, dikunci pintu neraka
dan setan dibelengguHadis Riwayat Bukhari dari Abu Hurairah
Pernyataan
Nabi bahwa pintu langit dibuka pada bulan Ramadhan tentunya dimaksudkan sebagai
terbukanya pintu rahmat dan pintu ampunan Allah bagi para hamba-Nya yang
berpuasa, sementara terkuncinya pintu neraka adalah tertutupnya pintu azab
Allah selagi kita menggunakan kesempatan dibulan suci itu untuk melakukan
introspeksi diri (bahasa agamanya : bertaubat) serta memperbanyak amal ibadah.
Dan
pernyataan setan dibelenggu pada bulan Ramadhan juga tidak mungkin kita artikan
secara kontekstual yang sebenarnya, sebab memang pada kenyataannya dibulan
Ramadhan masih banyak kejahatan merajalela, penyembahan berhala, minum-minuman
keras, main perempuan dan aneka tindak kriminal lainnya.
Jadi,
yang dimaksud oleh Nabi itu tidak lain adalah pada bulan Ramadhan itu
sewajarnya hawa nafsu kejahatan (fujuroha) yang senantiasa ada pada diri
manusia itu lebih terkekang karena simanusianya seharusnya sibuk melakukan
pendekatan diri kepada Tuhan (taqwaha), banyak melakukan dzikir serta menahan
makan dan minum yang merupakan sumber dari timbulnya nafsu negatif.
Kesimpulan
ini sesuai juga dengan sabda Nabi yang lain :Sesungguhnya setan itu berjalan
pada manusia melalui tempat jalannya darah Maka persempitlah tempat jalannya
dengan lapar (Hadis Riwayat Ahmad, Bukhari, Muslim, Abu Daud dan Ibnu Majah)
Tidaklah
mungkin pada tubuh kita ini ada setan (dalam pengertian makhluk Jin) yang berdiam,
sebab jika itu benar maka kita semua ini bisa dikatakan kesurupan setiap hari,
karena itulah maka yang disebut sebagai setan itu adalah dorongan negatif yang
selalu berusaha mendominasi semua perbuatan dan pikiran kita setiap waktu
(seiring dengan perjalanan darah).
Bukankah
Nabi juga pernah bersabda tatkala beliau kembali dari medan perang :Kita baru
saja kembali dari peperangan kecil menuju keperang yang besar Yaitu perang
melawan hawa nafsu- Hadis Riwayat al-Khatib dari Jabir
Pada
Hadis yang sudah kita kutip sebelumnya Nabi menyatakan bahwa lapar (berpuasa)
merupakan salah satu cara mengekang diri dari tindakan negatif yang justru
merugikan diri kita sendiri.
Sabda
Nabi yang lain :Jika kalian mendengar suara keledai maka belindunglah kepada
Allah dari setan. Karena sesungguhnya dia melihat setan – Hadis Riwayat Bukhari
dan Muslim
Sekali
lagi, jika memang didalam diri manusia ini ada setan dalam pengertian makhluk
halus, maka apakah setiap keledai melihat manusia juga pasti akan bersuara
(melenguh) sebab pada saat yang sama seharusnya dia juga melihat setan didalam
diri manusia ?Sementara jika kita mengartikan setan sebagai energi negatif atau
dorongan nafsu untuk berbuat kejahatan (menentang jalan Tuhan) maka hal ini
sesuai dengan pernyataan al-Qur’an :
Lalu
ALLAH mengilhamkan kepada jiwa (Nafs) itu (nilai-nilai) fasiq dan (nilai-nilai)
taqwa – Qs. 91 asy-syams : 8
Bersesuaian
pula dengan teori yang ada pada ilmu Psiko-linguistik yang menyatakan bahwa
manusia dilahirkan didunia bukan dengan piring kosong (teori Tabula rasa),
manusia dilahirkan dengan dibekali faculties of the mind atau ada juga yang
mengistilahkannya sebagai innate properties (Soenjono Dardjowidjojo,
Psiko-linguistik : Pengantar Pemahaman Bahasa Manusia, Yayasan Obor Indonesia,
2003).
Semuanya
berpulang kepada kita, mana yang akan kita ikuti, apakah semangat berbuat
kebaikan ataukah semangat untuk berlaku jahat ?Ketahuilah, bahwa didalam jasad
ada gumpalan, bila gumpalan itu baik maka baiklah seluruh jasad dan apabila
rusak maka rusaklah seluruh jasad ketahuilah bahwa itulah hati – Hadis Riwayat
Bukhari dan Muslim
Semakin
kita condong pada perbuatan negatif (hawa nafsu), maka iblis yang sejak awal
mengumumkan permusuhannya dengan manusia, akan mengerahkan semua bala
tentaranya dari kalangan Jin yang juga memiliki sifat jahat untuk menambah
semangat kita berbuat hal yang batil dengan jalan membisik-bisikkan rayuan
fatamorgana didalam hati.
setan
itu memberikan janji-janji kepada mereka dan membangkitkan angan-angan kosong
pada mereka, padahal setan itu tidak menjanjikan kepada mereka selain tipuan
belaka – Qs. 3 an-nisa’ : 120
…
Kejahatan setan yang biasa bersembunyi, yang berbisik kedalam dada manusia dari
Jin dan manusia – Qs.114 an-nas : 4 – 6
Kita
semua sudah mengetahui bahwa antara ALLAH dan iblis telah terjadi satu
perjanjian dimana iblis diberi kebebasan oleh Tuhan untuk mengadakan cobaan
serta ujian atas keimanan manusia terhadap-Nya.
Dan
ajaklah siapa yang kamu sanggupi diantara mereka dengan ajakanmu, kerahkanlah
kepada mereka pasukanmu yang berkendaraan dan pasukanmu yang berjalan kaki lalu
bersekutulah bersama mereka dalam urusan harta dan anak-anak dan berilah mereka
janji- Qs. 17 al-Isra : 64
Disamping
itu, mungkin kita juga perlu melakukan kajian secara komprehensif terhadap beberapa
hadis Nabi yang menghubungkan penyakit dengan setan dan menghubungkan pula
antara suatu perbuatan dengan setan misalnya :
Hendaklah
seseorang diantara kamu makan, minum dan mengambil dengan tangan kanannya
karena setan itu makan, minum dan memberi dengan tangan kirinya – Hadis Riwayat
Ibnu Majah
Apabila
salah seorang dari kalian menguap, hendaklah diletakkan tangannya dimulutnya
dan tidak memanjangkan suaranya, karena sungguh setan mentertawakannya – Hadis
Riwayat Ibnu Majah
Tutuplah
bejana, tutuplah tempat-tempat air, tutuplah pintu dan padamkanlah lampu Sebab
setan tidak singgah ditempat air yang tertutup, tidak membuka pintu tertutup
Serta tidak membuka bejana yang tertutup – Hadis Riwayat Bukhari
Janganlah
kalian kencing dilobang – Hadis Riwayat Abu Daud, Nasa’i dan Ahmad
Jangan
kalian melepas ternak-ternak kalian dan anak-anak kalian saat matahari terbenam
hingga kegelapan malam, sebab sungguh, setan bergentayangan saat matahari
terbenam hingga hilang gelapnya malam – Hadis Riwayat Muslim
Beberapa
hadis diatas meskipun teksnya dihubungkan dengan setan, namun bisa kita tinjau
dari sisi tata krama, medis maupun keselamatan.
Orang
yang makan, minum atau melakukan aktivitas dengan tangan kirinya berkesan orang
yang tidak sopan dan jorok, sebab secara umum, tangan kiri kita gunakan untuk
–maaf- mencebok sisa kotoran dipantat. Lalu secara psikologis, apakah kita mau
makan makanan yang bersih dan sehat dengan tangan yang biasa memegang kotoran ?
Lalu
bayangkan kita menguap lebar-lebar sambil bersuara “hhaaaahhh…” ditengah orang
banyak atau didekat orang yang anda sayangi ataupun malah didalam suatu rapat,
apa kesan orang-orang tersebut kepada kita ? Selain itu jika saat kita menguap
lebar itupun akan memungkinkan virus-virus tertentu yang ada diudara masuk
melalui mulut.
Perintah
Nabi untuk menutup tempat-tempat air yang terbuka, mematikan lampu dan menutup
pintu tidak lain agar makanan dan minuman kita bersih dari penyakit yang
berbahaya seperti jentik nyamuk demam berdarah atau jilatan binatang sejenis kucing,
tikus dan sebagainya.
Mematikan
lampu sebelum tidur adalah langkah efisiensi atau penghematan sekaligus
mencegah terjadinya arus pendek yang bisa mengakibatkan kebakaran apalagi pada
masa lalu orang menggunakan lampu teplok dan lilin untuk penerangan sehingga
tidak menutup kemunginan lampu teplok itu jatuh kelantai dan mengenai kain
sehingga terjadi kebakaran.
Dan
larangan kencing dilobang menurut saya agar tidak timbul penyakit maupun aroma
tak sedap dari lobang bekas kencing, ini tentu saja pengecualian bagi lobang WC
yang bisa disiram sehingga tidak menimbulkan bau dan penyakit sebagaimana
pernah diungkapkan oleh Rasyid Ridha dalam Tafsir al-Manarnya bahwa
makhluk-makhluk hidup yang halus yang dikenal orang sekarang dengan perantaraan
mikroskop dan diberi nama mikroba ada kemungkinan juga termasuk jenis Jin jahat
(setan) yang menjadi penyebab dari berbagai macam penyakit (Syaikh Muhammad
al-Ghazali, Studi Kritis atas Hadis Nabi Saw : Antara pemahaman tekstual dan
kontekstual dengan pengantar : Dr. M. Quraish Shihab, Terj. Muhammad al-Baqir,
Penerbit Mizan, 1993, hal. 125).
Menutup
pintu tidak lain agar rumah kita tidak dimasuki setan manusia berupa maling,
rampok atau sejenisnya yang dapat merugikan kita sendiri. Sementara larangan
Nabi agar tidak melepaskan ternak dan anak-anak diwaktu matahari tenggelam
hingga pagi hari tidak lain untuk menghindarkan kita dari ulah penculik anak
dan maling binatang.
Kesimpulan
akhir adalah setan itu merupakan segala sesuatu yang bersifat jahat yang bisa
menjerumuskan seseorang dalam suatu bahaya, baik bahaya didunia maupun bahaya
diakhirat. setan bisa berupa hawa nafsu negatif yang merangsang seseorang untuk
berlaku jahat dan menyimpang dari kebenaran. setan juga bisa menimbulkan
penyakit tertentu dan setan juga bisa berwujud Jin yang jahat.
Jadi,
jika ada manusia yang selalu melakukan kejahatan, kebiadaban atau kenistaan
maka dia adalah setan berwujud manusia, demikian pula bila ada Jin yang berlaku
sama seperti itu maka dia adalah setan berwujud Jin.
Sebagai
tambahan penutup, dalam al-Qur’an Allah tidak pernah menyinggung asal
penciptaan setan, namun Allah telah menyinggung asal penciptaan Jin dan Manusia
didalam banyak ayatnya, sementara asal penciptaan Malaikat disinggung oleh Nabi
dalam sebuah Hadisnya :
Sesungguhnya,
orang-orang yang bertaqwa, bila mereka ditimpa was-was dari setan, mereka ingat
ALLAH, maka ketika itu juga mereka melihat kesalahan-kesalahannya. – Qs. 7
al-a’raf : 201
Jika
setan mengganggumu, maka mohonlah perlindungan kepada ALLAH, sesungguhnya Dia
Maha Mendengar dan Maha Mengetahui – Qs. 41 fushilat : 36
Nama-nama
setan Dan Pekerjaannya
Khanzab
adalah setan pengganggu orang salat. Walhan adalah setan yang menggoda orang
yang berwudhu dan membisikinya. Dasim adalah setan yang mengganggu keluarga dan
rumah. Abyadh, setan paling buruk dan kuat menggoda para nabi.
Mujahid
berkata,"Di antara keturunan setan adalah Laqnis dan Walhan,keduanya
menggoda orang yang bersuci dan sholat. Keduanya digelari dengan al-Hafaf dan
Murrah. Zalanbur, setan yang menggoda di pasar yang menghiasi hal yang sia-sia, sumpah, dusta dan
memuji barang dagangannya. Bathar setan yang menggoda orang yang tertimpa
musibah, membisikinya supaya mencakar wajah, memukul pipi, dan merobek kantong
bajunya sendiri. Al-'Awar adalah setan penggoda orang yang berzina dengan
menyebarkannya di kelamin laki-laki dan ketuaan pada perempuan."
Mathus,
setan pemilik berita dusta yang disebarkan melalui mulut-mulut manusia yang
tidak ada sumbernya. Dasim, yakni bila seorang memasuki rumah tanpa mengucapkan
salam dan tidak mengingat Allah, maka dia dapat melihat harta kekayaan
seseorang selama belum di angkat atau diperbaiki tempatnya. Bila seseorang
makan dan tidak membaca basmallah, maka dia akan makan bersamanya.
Al
'Amasy berkata,"Ketika aku masuk ke dalam rumah dan tidak menyebut nama
Allah SWT, serta tidak bersalam aku melihat api. Aku berkata,"Angkatlah,
dan aku berbantahan dengannya. Kemudian aku ingat dan berkata, "Dasim,
Dasim, Aku berlindung kepada Allah SWT darinya."
Ubay
bin Kaab meriwayatkan dari Nabi SAW. Beliau bersabda,"Sesungguhnya wudhu
itu ada setannya yang bernama Walhan. Maka takutlah kalian semua dari sifat
was-was pada air."Diriwayatkan oleh Tirmidzi.
Muslim
meriwayatkan dari Ustman bin Abi Al Ash. Dia berkata,"Ya Rosulullah, setan
telah menghalangi antara diriku dan salatku dan tanda-tanda yang ia kenakan
padaku." Rosulullah bersabda,'Itu adalah setan yang di sebut Khanzab. Maka
bila engkau merasakannya, berlindunglah kepada Allah darinya, dan meludahlah ke
sebelah kirimu tiga kali.' Maka aku melakukan itu dan Allah menghilangkannya
dariku."
Sumber
:
1.
iblis merupakan asal mula jin, sebagaimana Adam sebagai asal mula manusia’.”
(Tafsir Al-Qur`anul ’Azhim, 3/94)
2.
Asy-Syaikh Abdurrahman bin Nashir As-Sa’di rahimahullahu mengatakan: “iblis
adalah abul jin (bapak para jin).” (Taisir Al-Karim Ar-Rahman, hal. 406 dan
793)
3.
Manna Sorgawi, No. 147 Tahun XIII Juni 2010
4.
Alfa dan Omega - Kemenagan Akhir, Ellen G. White Copyright 1999 Indonesian
Publishing House
5.
Kamus-Lembaga Alkitab Indonesia, terbitan tahun 1997.
6.
Islam Kaffah
7.
Hikaya Ash-Shufiyyah, Muhammad Abu Al-Yusr 'Abidin.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar